Yogyakarta, 29 April 2026 – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Governing The Gap: Halal Tourism, Climate Adaptation, And Blue Economy Integration At Indonesia’s Super-Priority Destinations” sebagai bagian dari penelitian yang didanai oleh Direktorat Riset dan Pengabdian (DRP) UMY untuk tahun anggaran 2025/2026.
Kegiatan ini dipimpin oleh Prof. Eko Priyo Purnomo, S.IP., M.Si., M.Res., Ph.D. dari Program Doktor Ilmu Pemerintahan UMY, bersama tim peneliti yang berkolaborasi dengan mitra dari Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Peserta FGD berasal dari beragam latar belakang kelembagaan, mencakup instansi pemerintah daerah dan pusat, akademisi, pelaku industri pariwisata, serta organisasi masyarakat sipil yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
FGD dilaksanakan dalam format hybrid luring dan daring pada 29 April 2026, dengan sesi diskusi terstruktur selama kurang lebih 90 menit. Kegiatan ini berpusat pada validasi kerangka diagnosis tata kelola berbasis PASTEL (Political, Administrative, Social, Technological, Environmental, Legal) terhadap dua destinasi super-prioritas nasional, yakni Danau Toba di Sumatera Utara dan Likupang di Sulawesi Utara.
FGD dilatarbelakangi oleh kebutuhan mendesak untuk menjawab kesenjangan antara regulasi nasional dan implementasi kebijakan di tingkat lokal, khususnya dalam mengintegrasikan tiga agenda besar secara bersamaan: pengembangan pariwisata halal, adaptasi perubahan iklim, dan pengelolaan blue economy. Temuan awal penelitian menunjukkan bahwa hambatan yang dihadapi kedua destinasi bukan semata disebabkan oleh ketiadaan regulasi, melainkan oleh kegagalan tata kelola yang bersifat sistemik meliputi siloed governance, evidence gap, legitimacy deficit, dan regulatory misalignment yang saling memperkuat satu sama lain.
Melalui sesi diskusi, peserta mengkonfirmasi temuan tersebut sekaligus memberikan masukan untuk penyempurnaan model tata kelola transformatif yang dikembangkan tim peneliti. Hasil FGD selanjutnya akan diintegrasikan ke dalam artikel jurnal internasional terindeks Scopus, policy brief, serta proses registrasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atas model tata kelola yang dihasilkan.
Melalui kegiatan ini, UMY menegaskan komitmennya dalam menghasilkan penelitian berbasis bukti yang relevan bagi pengambil kebijakan nasional, khususnya dalam mendorong integrasi kebijakan pariwisata halal yang adaptif, inklusif, dan berpihak pada keberlanjutan ekologis serta kesejahteraan masyarakat lokal.
