Author Archives: admin

Ironi kebijakan di tengah kabut asap Kalimantan

Kalimantan, yang selama ini dijuluki salah satu paru-paru dunia, kini sesak oleh asapnya sendiri. Sejak akhir Agustus 2026, kebakaran hutan dan lahan meluas cepat di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat, bahkan setelah Riau dan Jambi berhasil ditekan hingga nol titik api. Di Kalimantan Selatan saja, tercatat 2.332 kejadian karhutla dengan 12.339 hektare lahan terbakar sejak awal tahun. Asapnya tidak berhenti di batas provinsi. Kabut pekat ini menyeberang sampai mengganggu udara di Malaysia, Singapura, dan Filipina, sementara di dalam negeri Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 50 ribu kasus infeksi saluran pernapasan akut hanya dalam dua bulan terakhir.

Krisis seperti ini seharusnya membuat pemerintah bergerak cepat dan bicara jelas. Yang terjadi malah sebaliknya. Penanganan di lapangan dinilai lamban, dan beberapa pernyataan pejabat justru menunjukkan ke mana sebenarnya prioritas mereka condong.

Yang paling disorot datang dari Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo. Dalam rapat yang videonya kemudian viral, ia menyebut peliburan sekolah akibat kabut asap bisa mengganggu operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG). “Ketika sekolah libur dikarenakan asap, akan mengakibatkan dapur-dapur MBG mati, kantin-kantin mati,” ujarnya. Anak-anak sedang bernapas dengan udara yang sangat tidak sehat, dan yang jadi alasan justru dapur yang berhenti masak. Sulit untuk tidak bertanya: program yang katanya dibuat demi kesehatan anak, tapi justru seluruhnya bertentangan.

Publik bereaksi keras, dan wajar. Menteri Kesehatan menegaskan keputusan soal sekolah bukan kewenangannya, tapi memastikan pemerintah sudah mengirim jutaan masker ke wilayah terdampak. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah mengingatkan agar anak tidak dipaksa masuk sekolah kalau berisiko bagi kesehatan mereka. Barulah setelah polemik ini meluas, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menerapkan pembelajaran jarak jauh untuk sekolah di wilayah dengan kualitas udara tidak sehat hingga berbahaya. Keputusan yang, jujur saja, bisa saja diambil lebih awal tanpa perlu menunggu video itu viral dulu.

Kebijakan itu akhirnya berubah, tapi baru setelah desakan publik, bukan karena kesadaran yang datang lebih dulu. Itu saja sudah cukup menunjukkan cara pandang yang keliru sejak awal, bahwa program bantu pangan sempat dipertimbangkan lebih dulu ketimbang paru-paru anak-anak yang setiap hari menghirup udara Kalimantan yang makin pekat.

Perut yang kenyang tak cukup kalau paru-paru yang menampungnya rusak lebih dulu. Ini bukan sekadar ironi yang lewat begitu saja. Di tengah krisis ekologis yang berulang tiap tahun, kesehatan dan keselamatan warga, terutama anak-anak, semestinya jadi pertimbangan paling awal, bukan baru dipikirkan setelah videonya viral.

Sumber

Lahan kabut yang terbakar di Kalimantan Tengah

Yogyakarta, 8 Juni 2026 – Jusuf Kalla School of Government (JKSG) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menyelenggarakan Academic Workshop Program bersama Kalasin University, Thailand, pada 8–12 Juni 2026 di UMY. Mengusung tema “Strengthen the World-Class Impact: Designing Research with Global Reach”, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas riset, kualitas publikasi ilmiah bereputasi internasional, serta memperkuat kolaborasi akademik antara Indonesia dan Thailand.

Academic Workshop merupakan bagian dari komitmen UMY dalam mendukung internasionalisasi perguruan tinggi melalui pengembangan kompetensi penelitian dan jejaring akademik global. Selama lima hari, peserta mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang meliputi workshop metodologi penelitian, kuliah umum, diskusi akademik, pendampingan penulisan artikel ilmiah, hingga pertukaran budaya.

Direktur JKSG UMY, Prof. Eko Priyo Purnomo, S.IP., M.Si., M.Res., Ph.D., menjelaskan bahwa kolaborasi internasional menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi sekaligus menghasilkan penelitian yang memiliki dampak global.

“Melalui Academic Workshop ini, kami ingin membangun ekosistem akademik yang semakin kolaboratif di tingkat internasional. Penguasaan metode penelitian modern serta pemanfaatan teknologi analisis menjadi bekal penting bagi mahasiswa dan peneliti untuk menghasilkan karya ilmiah yang memiliki kualitas global dan memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan ilmu pengetahuan,” ujarnya.

Kegiatan diawali dengan Opening Ceremony yang dihadiri oleh Direktur Riset dan Pengabdian UMY, pimpinan JKSG UMY, serta delegasi Kalasin University. Momentum tersebut menjadi simbol penguatan kerja sama kedua institusi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia.

Sebagai inti program, peserta memperoleh pelatihan intensif mengenai penggunaan berbagai perangkat lunak penelitian, seperti NVivo, RStudio, dan VOSviewer. Melalui sesi tersebut, peserta mempelajari teknik analisis data kualitatif, pemetaan bibliometrik, identifikasi tren penelitian, hingga penyusunan artikel ilmiah sesuai standar publikasi internasional.

Ketua Department of Public Administration Kalasin University, Assoc. Prof. Kathanyoo Kaewhanam, menyampaikan bahwa kolaborasi ini membuka peluang yang lebih luas bagi akademisi kedua negara untuk saling bertukar pengetahuan, mengembangkan penelitian bersama, serta memperkuat jejaring akademik internasional.

Selain workshop, peserta mengikuti Public Lecture yang membahas perkembangan administrasi publik, kebijakan publik, pelayanan publik di Thailand, serta dinamika kebijakan publik di kawasan ASEAN. Diskusi tersebut menjadi ruang bertukar perspektif sekaligus memperluas peluang kolaborasi riset di masa mendatang. Sebagai bagian dari pengalaman pembelajaran lintas budaya, peserta juga mengikuti Cultural Exchange dengan mengunjungi berbagai destinasi budaya di Yogyakarta, seperti Candi Borobudur, Kaliurang, Keraton Yogyakarta, Malioboro, dan Candi Prambanan. Kegiatan ini memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia sekaligus mempererat hubungan antarpeserta dari kedua negara.

Menjelang penutupan program, peserta memperoleh pendampingan melalui sesi Manuscript Readiness to Submit untuk menyempurnakan artikel ilmiah agar siap dipublikasikan pada jurnal bereputasi internasional. Melalui penyelenggaraan Academic Workshop bersama Kalasin University, UMY kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat kolaborasi akademik internasional, meningkatkan kapasitas penelitian, serta menghasilkan publikasi ilmiah berkualitas yang memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kebijakan publik di tingkat global.

Yogyakarta, 12 Juni 2026 – Jusuf Kalla School of Government (JKSG) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bersama Kalasin University, Thailand, menutup rangkaian International Academic Workshop 2026 melalui sesi Manuscript Readiness to Submit pada Jumat (12/6). Kegiatan ini difokuskan pada pendampingan penyempurnaan naskah ilmiah agar siap dipublikasikan pada jurnal bereputasi internasional sebagai luaran utama dari rangkaian workshop akademik yang telah berlangsung selama sepekan.

Sesi ini menjadi tahapan akhir setelah peserta mengikuti berbagai pelatihan mengenai RStudio, NVivo, VOSviewer, dan CiteSpace yang bertujuan memperkuat kemampuan analisis data, pemetaan literatur, serta pengembangan argumentasi ilmiah berbasis bukti. Melalui pendampingan tersebut, peserta diarahkan untuk mengintegrasikan hasil analisis penelitian ke dalam struktur artikel ilmiah yang memenuhi standar publikasi akademik internasional.

Dalam workshop ini, peserta memperoleh pendampingan mengenai penyusunan abstrak, penguatan kajian pustaka, penyajian temuan penelitian, hingga penyusunan kesimpulan yang lebih sistematis dan argumentatif. Selain itu, peserta juga dibimbing untuk memahami pentingnya konsistensi metodologi, ketepatan penggunaan referensi, serta kesesuaian format penulisan dengan ketentuan jurnal tujuan.

Pelatihan tersebut dirancang untuk menjawab tantangan yang sering dihadapi peneliti dan mahasiswa dalam proses publikasi ilmiah, terutama pada tahap akhir penyempurnaan manuskrip. Dengan pendekatan yang berbasis praktik, peserta didorong untuk meninjau kembali kualitas struktur penulisan, koherensi antarbagian artikel, serta kekuatan kontribusi ilmiah yang dihasilkan dari penelitian mereka.

Selain memperkuat aspek teknis penulisan, sesi Manuscript Readiness to Submit juga menjadi ruang refleksi terhadap keseluruhan proses pembelajaran selama International Academic Workshop. Peserta diajak untuk melihat keterkaitan antara analisis data, pemetaan literatur, dan penyusunan argumentasi ilmiah sebagai satu kesatuan proses penelitian yang utuh. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas publikasi sekaligus memperkuat budaya riset berbasis data di lingkungan akademik.

Kolaborasi antara JKSG UMY dan Kalasin University dalam penyelenggaraan workshop ini menunjukkan komitmen kedua institusi dalam mendukung pengembangan kapasitas penelitian di tingkat internasional. Melalui berbagai sesi pelatihan dan pendampingan, peserta dari Indonesia dan Thailand memperoleh kesempatan untuk saling bertukar pengalaman mengenai strategi publikasi, pengelolaan penelitian, serta pengembangan jejaring akademik lintas negara.

Rangkaian International Academic Workshop 2026 ditutup dengan kegiatan apresiasi dan penguatan hubungan kelembagaan antara UMY dan Kalasin University sebagai bagian dari upaya memperluas kerja sama akademik di masa mendatang. Penyelenggaraan workshop ini diharapkan tidak hanya menghasilkan manuskrip yang siap dipublikasikan, tetapi juga membuka peluang kolaborasi riset bersama yang dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan kebijakan publik di tingkat regional maupun global.

Dengan berakhirnya sesi Manuscript Readiness to Submit, JKSG UMY kembali menegaskan komitmennya dalam mempersiapkan peneliti yang adaptif terhadap perkembangan teknologi penelitian dan mampu menghasilkan publikasi ilmiah berkualitas internasional. Melalui penguatan kapasitas akademik, pendampingan penulisan, dan kolaborasi global, workshop ini menjadi langkah strategis dalam mendorong peningkatan mutu penelitian dan publikasi di lingkungan perguruan tinggi.

Yogyakarta, 10 Juni 2026 – Jusuf Kalla School of Government (JKSG) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bersama Kalasin University, Thailand, kembali melanjutkan rangkaian International Academic Workshop 2026 melalui sesi Academic Writing: Deep Research with VOSviewer & CiteSpace. Workshop ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas akademik peserta dalam memanfaatkan teknologi analisis bibliometrik untuk mendukung penyusunan publikasi ilmiah yang berkualitas dan berdaya saing internasional.

Perkembangan publikasi ilmiah yang semakin pesat menuntut peneliti untuk tidak hanya menghasilkan penelitian yang berkualitas, tetapi juga mampu memahami perkembangan suatu bidang keilmuan secara komprehensif. Menjawab tantangan tersebut, workshop ini memperkenalkan VOSviewer dan CiteSpace sebagai perangkat lunak yang banyak digunakan untuk melakukan analisis bibliometrik, memetakan hubungan antarpenelitian, serta mengidentifikasi tren dan peluang riset yang terus berkembang.

Dalam sesi pelatihan, peserta dibimbing untuk memahami bagaimana data publikasi ilmiah dapat diolah menjadi visualisasi yang mampu menggambarkan keterkaitan antarpenulis, institusi, kata kunci, maupun topik penelitian. Melalui pendekatan tersebut, peserta tidak hanya mempelajari aspek teknis penggunaan perangkat lunak, tetapi juga memperoleh pemahaman mengenai pentingnya pemetaan literatur sebagai dasar dalam menyusun penelitian yang memiliki kebaruan (novelty) dan kontribusi akademik yang lebih kuat.

VOSviewer diperkenalkan sebagai perangkat lunak yang mampu menyajikan visualisasi jaringan (network visualization) sehingga memudahkan peneliti dalam melihat hubungan antarvariabel penelitian maupun perkembangan topik tertentu. Sementara itu, CiteSpace dimanfaatkan untuk mengidentifikasi tren penelitian, perkembangan tema dari waktu ke waktu, hingga peluang penelitian yang masih terbuka untuk dikembangkan. Penguasaan kedua perangkat ini diharapkan dapat membantu peserta menyusun kajian pustaka yang lebih sistematis serta memperkuat landasan konseptual dalam penelitian ilmiah.

Selain meningkatkan keterampilan teknis, workshop ini juga mendorong peserta untuk mengembangkan cara berpikir yang lebih strategis dalam menentukan arah penelitian. Dengan memahami peta perkembangan suatu bidang ilmu, peneliti dapat mengidentifikasi isu-isu yang sedang berkembang, menemukan celah penelitian, serta merancang topik yang memiliki relevansi tinggi terhadap kebutuhan masyarakat maupun perkembangan ilmu pengetahuan. Pendekatan tersebut menjadi salah satu aspek penting dalam menghasilkan penelitian yang tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga memiliki dampak yang lebih luas.

Pelaksanaan workshop merupakan bagian dari komitmen JKSG UMY dan Kalasin University dalam memperkuat kolaborasi akademik internasional melalui pengembangan kompetensi penelitian. Melalui kegiatan ini, peserta dari kedua institusi memiliki kesempatan untuk saling bertukar pengalaman mengenai metode penelitian, pemanfaatan teknologi analisis ilmiah, serta praktik terbaik dalam menghasilkan publikasi yang mampu bersaing di tingkat internasional. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membuka peluang penelitian bersama sekaligus memperluas jejaring akademik antara Indonesia dan Thailand.

Rangkaian Academic Writing Workshop ini menjadi bukti komitmen JKSG UMY dalam mendukung pengembangan budaya riset yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Melalui pemanfaatan VOSviewer dan CiteSpace, peserta diharapkan mampu meningkatkan kualitas telaah literatur, memperkuat kebaruan penelitian, serta menghasilkan publikasi ilmiah yang memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kebijakan publik di tingkat nasional maupun internasional.

Yogyakarta, 9 Juni 2026 – Jusuf Kalla School of Government (JKSG) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bersama Kalasin University, Thailand, melanjutkan rangkaian International Academic Workshop 2026 melalui sesi Academic Writing: Deep Research with RStudio & NVivo pada Selasa (9/6). Workshop ini dirancang untuk memperkuat kemampuan mahasiswa dan akademisi dalam mengelola data penelitian secara sistematis sekaligus meningkatkan kualitas penulisan ilmiah berbasis bukti sebagai bekal menghadapi tuntutan publikasi internasional.

Seiring meningkatnya tuntutan terhadap kualitas penelitian dan publikasi ilmiah, penguasaan perangkat lunak analisis penelitian menjadi salah satu kompetensi yang penting dimiliki oleh akademisi. Melalui workshop ini, peserta diperkenalkan pada pemanfaatan RStudio dan NVivo sebagai perangkat pendukung yang mampu membantu peneliti mengolah data secara lebih terstruktur, mulai dari proses pengorganisasian data, analisis kualitatif, hingga penyusunan hasil penelitian yang lebih sistematis.

Dalam sesi tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai bagaimana teknologi dapat mendukung keseluruhan proses penelitian, bukan hanya pada tahap analisis, tetapi juga dalam memperkuat argumentasi ilmiah yang disusun berdasarkan data. Pendekatan ini diharapkan mampu membantu peneliti menghasilkan karya ilmiah yang lebih kredibel, transparan, dan sesuai dengan standar publikasi akademik internasional. Selain memperkenalkan fungsi utama masing-masing perangkat lunak, workshop juga memberikan gambaran mengenai penerapan analisis berbasis data dalam menjawab berbagai persoalan penelitian di bidang ilmu pemerintahan dan administrasi publik.

NVivo menjadi salah satu perangkat yang diperkenalkan sebagai alat analisis data kualitatif yang memungkinkan peneliti mengelola berbagai jenis data, seperti hasil wawancara, dokumen, maupun catatan lapangan secara lebih efisien. Dengan dukungan perangkat lunak tersebut, proses pengkodean data, identifikasi tema, hingga penarikan kesimpulan dapat dilakukan secara lebih sistematis sehingga meningkatkan validitas penelitian. Sementara itu, penggunaan RStudio diperkenalkan sebagai salah satu alternatif dalam mendukung pengolahan data, visualisasi, serta analisis yang lebih terukur sesuai dengan kebutuhan penelitian akademik.

Workshop ini juga menjadi ruang diskusi bagi peserta untuk berbagi pengalaman mengenai tantangan yang sering dihadapi dalam proses penelitian, mulai dari pengelolaan data yang kompleks hingga penyusunan artikel ilmiah yang memenuhi standar jurnal bereputasi. Melalui pendekatan interaktif, peserta didorong untuk memahami bahwa pemanfaatan teknologi analisis bukan sekadar mengikuti perkembangan digital, tetapi merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas metodologi penelitian dan daya saing publikasi ilmiah.

Pelaksanaan workshop merupakan bagian dari komitmen JKSG UMY dan Kalasin University dalam mengembangkan kapasitas akademik melalui kolaborasi internasional. Selain memperluas wawasan peserta terhadap perkembangan metode penelitian kontemporer, kegiatan ini juga membuka peluang pertukaran pengetahuan antara akademisi Indonesia dan Thailand mengenai praktik-praktik terbaik dalam pengembangan riset di lingkungan perguruan tinggi. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menjadi fondasi bagi lahirnya penelitian bersama yang mampu memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan kebijakan publik di tingkat regional maupun global.

Rangkaian Academic Writing Workshop ini menjadi salah satu bentuk komitmen JKSG UMY dalam mempersiapkan peneliti yang adaptif terhadap perkembangan teknologi penelitian. Melalui penguasaan perangkat analisis seperti RStudio dan NVivo, peserta diharapkan mampu menghasilkan penelitian yang lebih berkualitas, memperkuat budaya riset berbasis data, serta meningkatkan peluang publikasi pada jurnal ilmiah bereputasi internasional.

Yogyakarta, 29 April 2026 – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Governing The Gap: Halal Tourism, Climate Adaptation, And Blue Economy Integration At Indonesia’s Super-Priority Destinations” sebagai bagian dari penelitian yang didanai oleh Direktorat Riset dan Pengabdian (DRP) UMY untuk tahun anggaran 2025/2026.

Kegiatan ini dipimpin oleh Prof. Eko Priyo Purnomo, S.IP., M.Si., M.Res., Ph.D. dari Program Doktor Ilmu Pemerintahan UMY, bersama tim peneliti yang berkolaborasi dengan mitra dari Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Peserta FGD berasal dari beragam latar belakang kelembagaan, mencakup instansi pemerintah daerah dan pusat, akademisi, pelaku industri pariwisata, serta organisasi masyarakat sipil yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

FGD dilaksanakan dalam format hybrid luring dan daring pada 29 April 2026, dengan sesi diskusi terstruktur selama kurang lebih 90 menit. Kegiatan ini berpusat pada validasi kerangka diagnosis tata kelola berbasis PASTEL (Political, Administrative, Social, Technological, Environmental, Legal) terhadap dua destinasi super-prioritas nasional, yakni Danau Toba di Sumatera Utara dan Likupang di Sulawesi Utara.

FGD dilatarbelakangi oleh kebutuhan mendesak untuk menjawab kesenjangan antara regulasi nasional dan implementasi kebijakan di tingkat lokal, khususnya dalam mengintegrasikan tiga agenda besar secara bersamaan: pengembangan pariwisata halal, adaptasi perubahan iklim, dan pengelolaan blue economy. Temuan awal penelitian menunjukkan bahwa hambatan yang dihadapi kedua destinasi bukan semata disebabkan oleh ketiadaan regulasi, melainkan oleh kegagalan tata kelola yang bersifat sistemik meliputi siloed governance, evidence gap, legitimacy deficit, dan regulatory misalignment yang saling memperkuat satu sama lain.

Melalui sesi diskusi, peserta mengkonfirmasi temuan tersebut sekaligus memberikan masukan untuk penyempurnaan model tata kelola transformatif yang dikembangkan tim peneliti. Hasil FGD selanjutnya akan diintegrasikan ke dalam artikel jurnal internasional terindeks Scopus, policy brief, serta proses registrasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atas model tata kelola yang dihasilkan.

Melalui kegiatan ini, UMY menegaskan komitmennya dalam menghasilkan penelitian berbasis bukti yang relevan bagi pengambil kebijakan nasional, khususnya dalam mendorong integrasi kebijakan pariwisata halal yang adaptif, inklusif, dan berpihak pada keberlanjutan ekologis serta kesejahteraan masyarakat lokal.

Get 15 Articles (Proofread)

Yogyakarta, 29 April 2026 – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Assessing Policy Implementation in Land Development for Food Security Against the Potential Impacts of Deforestation in Indonesia” sebagai bagian dari penelitian yang didanai oleh Direktorat Riset dan Pengabdian (DRP) UMY untuk tahun anggaran 2025/2026.

Kegiatan ini dipimpin oleh Prof. Eko Priyo Purnomo, S.IP., M.Si., M.Res., Ph.D. dari Program Doktor Ilmu Pemerintahan UMY, dengan melibatkan 20 peserta dari berbagai latar belakang kelembagaan, mencakup instansi pemerintah provinsi dan pusat, organisasi lingkungan hidup, lembaga logistik pangan, pelaku industri, serta akademisi. FGD dilaksanakan pada 29 April 2026 dalam format hybrid yaitu secara luar jaringan dan dalam jaringan dengan sesi diskusi terstruktur selama kurang lebih 75 menit. Kegiatan ini berfokus pada Provinsi Riau sebagai lokasi penelitian, yang menjadi salah satu wilayah dengan tekanan deforestasi dan dinamika kebijakan ketahanan pangan yang paling kompleks di Indonesia.

Dilatarbelakangi oleh kebutuhan mendesak untuk mengevaluasi kesenjangan antara regulasi formal dan praktik implementasi di lapangan, khususnya dalam konteks percepatan produksi pangan yang dimandatkan oleh Instruksi Gubernur Riau No. 1360/500.1/DPTPH/2025 dan Instruksi Presiden No. 2 Tahun 2025. Data Global Forest Watch menunjukkan bahwa Riau telah kehilangan 2,1 juta hektare hutan primer basah sepanjang 2002–2024, dengan penurunan tutupan hutan primer sebesar 58% dan emisi karbon mencapai 3,9 Gt CO₂e angka yang secara langsung mengancam kapasitas produktivitas pertanian jangka panjang. Di sisi lain, peserta FGD dari instansi pemerintah mengkonfirmasi bahwa tidak ada perluasan lahan sawah baru yang secara hukum memungkinkan sejak 2017, dan bahwa lahan gambut tidak dapat dikeringkan maupun ditanami padi akibat ketidakcocokan struktur tanah.

Melalui sesi diskusi, peserta berhasil mengidentifikasi akar permasalahan yang selama ini menghambat implementasi kebijakan, mulai dari terputusnya rantai regulasi LP2B, belum dijalankannya pembebasan PBB bagi petani yang sejatinya sudah diatur dalam regulasi, hingga fragmentasi kepemilikan lahan petani yang rata-rata hanya sekitar satu hektare. Temuan-temuan ini memperkuat argumen utama penelitian bahwa masalah tata kelola lahan di Riau bukan disebabkan oleh ketiadaan regulasi, melainkan oleh fragmentasi implementasi lintas sektor yang bersifat sistemik. Hasil FGD selanjutnya akan diintegrasikan ke dalam artikel jurnal internasional terindeks Scopus, policy brief, serta blueprint tata kelola lahan sebagai luaran wajib penelitian.

 

Melalui kegiatan ini, UMY menegaskan komitmennya dalam menghasilkan penelitian berbasis bukti yang relevan bagi pengambil kebijakan nasional, khususnya dalam mendorong pendekatan ketahanan pangan yang tidak hanya berorientasi pada perluasan lahan baru, tetapi juga pada intensifikasi lahan yang sudah ada demi menjaga keseimbangan antara produksi pangan dan perlindungan ekosistem.

Prof. Eko Priyo Purnomo at the International Conference on Public Organization (ICONPO) 2025 at Thammasat University. Thailand, Friday (29/8/2025). ESI/Moch. Rifqi Mei Redha

Prof. Eko Priyo Purnomo, S.IP., M.Si., M.Res., Ph.D, was also present at the International Conference on Public Organization (ICONPO) 2025, organized by the Asia Pacific Society for Public Affairs (APSPA). This year’s conference was held hybrid at Place Hotels & Convention, Thailand, hosted by Thammasat University and attended by APSPA members from Thailand, Indonesia, Malaysia, and the Philippines.

In this Association, Prof. Eko Priyo Purnomo, S.IP., M.Si., M.Res., Ph.D occupies a strategic position as the General Secretary of the Asia Pacific Society for Public Affairs (APSPA). In his remarks, Prof. Eko Priyo Purnomo emphasized the importance of collaboration between APSPA members by looking at geopolitical conditions in the Asia Pacific region to continue to uphold the principle of peace.

“We from campuses in the Asia Pacific region must participate in creating peace. The strategic collaboration that we carry out must be able to emphasize the number of existing conflicts” said Prof. Eko Priyo Purnomo in his speech, Jum’at, (29/8/2025).

The open cooperation opportunities are a positive point for campuses that want to join the Asia Pacific Society for Public Affairs (APSPA). The association not only carries out international accreditation but also provides research collaboration between countries for members and other strategic partners. The next conference will be held at ELTE University, Hungary, a member and strategic partner of APSPA.

Prof. Eko Priyo Purnomo at the 2025 Indonesian Science, Technology, and Industry Convention (KSTI) at the Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Building, Institute Teknologi Bandung (ITB), Bandung, Thursday (7/8/2025). ESI/Moch. Rifqi Mei Redha

Bandung, 7 August 2025 – The 2025 Indonesian Science, Technology, and Industry Convention (KSTI) is a forum for the government, researchers, academics, and industry in science and technology collaboration to realize equality and economic growth for the nation.

This convention was organized by the Ministry of Higher Education, Science, and Technology (Kemdiktisaintek), which took place at the Sasana Budaya Ganesha Building (Sabuga), Bandung Institute of Technology (ITB), Bandung, Thursday (7/8/2025).

The 2025 KSTI will produce a research and innovation roadmap to support eight strategic sectors: energy, defense, digitalization, downstream and industrialization, healthcare, food, maritime affairs, materials, and advanced manufacturing. The eight industries were selected based on the nation’s strategic needs to accelerate the transformation of a high-quality and highly competitive knowledge economy.

President Prabowo Subianto also attended the Convention and delivered a speech in front of thousands of researchers from all over Indonesia with an H-Index of at least 15. In his speech, President Prabowo emphasized the importance of collaboration between the government, researchers, academics, and industry in realizing the nation’s technological independence and innovation. “Mastery of science and technological development must be the backbone of national economic growth and equality. Collaboration is essential,” President Prabowo emphasized in his speech on Thursday (7/8/2025). President Prabowo also targets 8% economic growth over the next five years, through national industrialization based on downstream technology and technological strengthening. This aligns with President Prabowo’s 4th and 5th Asta Cita visions.

This forum began with a discussion moderated by the Director General of Research and Development (Dirjen Risbang) of Technology at the Ministry of Education and Culture, Fauzan Adziman, who also presented BUMN leaders by raising various national strategic issues such as the digital sector, defense, food, and energy. “Collaboration between researchers and industry is not an option, but a necessity if Indonesia wants to achieve technological sovereignty and global competitiveness,” said Director General Fauzan Adziman in the opening session.

Prof. Eko Priyo Purnomo, who attended the forum, also highlighted the government’s commitment to advancing economic growth and strengthening the nation’s technological innovation. Collaboration between sectors, such as researchers and industry, is one step that can be taken to realize the President’s Asta Cita. This emphasized the need for researchers to provide deeper insights into their research, using the roadmap and innovations established by the government, so that Indonesia’s dream of accelerating the transformation of a high-quality and highly competitive knowledge economy can soon be achieved.

“As researchers, we must support the government’s program to accelerate the transformation of a high-quality and competitive knowledge economy. Collaboration with various sectors can be implemented to accelerate this program. We, as researchers, must immediately focus our research innovation on the eight roadmaps and existing innovations so that the hope of realizing the President’s Asta Cita (Plan of the Presidential Decree) can be achieved soon,” said Prof. Eko Priyo Purnomo, when met on Friday (8/8/2025).

Yogyakarta, on 10/08/2023, an International Conference on Sustainable Innovation was held in the “Research and Innovation Expo” agenda at the Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Prof. Eko Priyo Purnomo, M.Sc., M.Res., Ph.D. as a UMY Lecturer and Director of the E-Governance and Sustainability Institute (ESI) Received an Award as the Best Lead Researcher in DRTPM External Research Grants with the Most Funding.

His track record in research and writing, nationally and internationally, is no longer in doubt. Considering the number of his publications in Scopus-indexed journals, he is also considered very good and has a reasonably high rating. So it is unsurprising that he received many awards, especially in research.

This activity was attended by all levels of lecturers and, at the same time, the entire academic community of the Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. In addition, the purpose of carrying out the “Research and Innovation Expo” agenda is to realize research activities that can contribute to the field of science and gifts in the social area, which have a considerable impact, especially in the world of education.

10/47