WORKSHOP PENULISAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SE-PONTIANAK
Pontianak 02/08/2022, diadakan workshop tentang penulisan bersama Perguruan Tinggi Muhammadiyah se-Pontianak. Workshop ini diikuti oleh dosen serta mahasiswa, diadakan dalam rangka untuk memberikan pendampingan penulisan artikel ilmiah serta kiat-kiat dalam mencari dan menargetkan jurnal internasional bereputasi. Dalam acara kali ini mengundang narasumber yang berasal dari E-Governance and Sustainable Institute yakni bapak Eko Priyo Purnomo M.Si., M.Res., Ph.D, pelatihan yang berlangsung pada tanggal 02 Agustus ini merupakan sebuah kesempatan besar bagi para pengajar yang ada disana untuk mengasah keterampilannya sebab sebagai dosen harus dibekali berbagai kemampuan serta keterampilan salah satunya menulis baik dalam bentuk jurnal ataupun buku agar bisa menjadi contoh yang baik bagi mahasiswanya serta bisa meningkatkan kualitas kampus yang dinaunginya. Dalam kesempatan kali ini sesuai dengan temanya, bapak Eko Priyo menjelaskan mengenai etika serta strategi-strategi yang tepat dalam memilih target jurnal internasional yang bereputasi agar. Dalam pemaparannya beliau juga memberikan tips and trick jitu yang dapat lebih memudahkan para penulis agar hasil tulisannya bisa diterima oleh jurnal tujuan mereka
“harapannya dengan adanya kegiatan ini mampu memotivasi para dosne dan mahasiswa yang terlibat untuk menghasilkan karya tulis yang baik serta dapat dipublikasikan di jurnal bereputasi” ucap Eko Priyo Purnomo pada penghujung sesi guna memberikan motivasi-motivasi bagi seluruh peserta yang ada untuk jangan pernah bosan mengasah kemampuan mereka karena beliau yakin setiap orang mempunyai potensi dalam diri mereka.

ESI INTERNSHIP PROGRAM

On June 13, 2022, ESI hosted an interview session for potential participants who were interested in the internship program. For prospective participants who have followed the interview procedure, please wait for the next notice to be issued on June 20, 2022.
Pendampingan Penulisan Jurnal Ilmiah Terindeks Scopus
Jakarta 23-25 Maret 2022, Team ESI kembali diundang untuk mengisi kegiatan pendampingan penulisan publikasi kepada seluruh dosen di Politeknik STIA LAN Jakarta. Prof. Eko Priyo Purnomo Ph.D menjadi narasumber utama pada kegiatan yang diselenggarakan selama tiga hari terhitung dari tanggal 23-25 Maret ini. Materi utama dalam kegiatan ialah strategi penulisan jurnal yang baik dan berkualitas serta bagaimana cara menemukan jurnal yang terindex baik di Sinta, Web of Science, dan Scopus juga mengenai cara untuk mengecek Jurnal yang masih terindex Scopus pada Scimago Jr. Kegiatan ini diakan guna mendorong seluruh dosen di STIA LAN Jakarta agar bisa menghasilkan karya tulis yang berkualitas guna meningkatkan kualitas diri serta kualitas kampusnya. Para dosen tersebut juga dikenalkan pada beberapa alat yang dapat mendukung proses penulisan seperti VOSViewer yang bisa membantu dalam memetakan bahan literature, juga dikenalkan pada reference manager seperti Mendeley yang bisa menjaga data literature terdahulu kita dan juga Publish or Perish yang lebih memudahkan dalam mencari jurnal dengan tema yang diinginkan sehingga menghasilkan karya tulis dengan ide serta novelty yang menarik.
Dengan kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan dosen dalam hal publikasi sehingga dapat mendorong perkembangan kampusnya kearah yang lebih baik lagi dan memberikan manfaat bagi seluruh civitas akademika serta masyarakat luas

FOREST FIRE



There is a growing concern over forest fires in Indonesia, especially in Kalimantan. This is a result of local actors’ actions. The current study used network content analysis to evaluate actors’ involvement in forest fire cases. There is a high degree of linkage between key actors, which relates to corporations and landowners. Also, celebrities aided in destroying or burning land without legal repercussions. Permanent personnel was found to be the most involved in land clearing/burning. Commoners, farmers, and job seekers in severe need of money were repeatedly condemned in Supreme Court decisions. However, key players in Supreme Court decisions had a bad rapport with the subject actors, including job seekers and farmworkers. This was especially true for forest fires and their funding. To learn more about the actors involved in this issue, you can read our article entitled “The Kalimantan Forest Fires: An Actor Analysis Based on Supreme Court Documents in Indonesia” through our website: https://esinstitute.org/research -publication/ or you can watch our previous event with the theme “Orangutans and Fire damage” via this link https://www.youtube.com/watch?v=0V0XN7-X-GA
“Orangutan and Fire Damage” E~TALK AND DISCUSS #1
Sabtu 12/02/2022- Seringnya terjadi kebakaran hutan di Indonesia menjadikan fenomena ini tidak asing lagi terutama bagi masyarakat yang ada di pulau Kalimantan dan Sumatera, kebakaran hutan yang sering terjadi juga mengakibatkan banyak flora maupun fauna kehilangan tempat tinggal mereka dan hal tersebut memberikan dampak yang sangat buruk bagi keseimbangan ekosistem yang ada. Berlatar belakang hal tersebut maka pada sabtu 12 Februari 2022 pukul 01.00 p.m WIB ESI mengadakan E~Talk and Discuss pertama yang bertemakan Orangutan and Fire Damage: Adjustment to The Short and Long-Term Natural Forest Management. Pembiacara pada diskusi santai kali ini adalah Hanna Nur Afifah Yogar yang merupakan alumni dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan juga seorang Graduate Student di Chiang Mai University.
Pada webinar kali ini, dalam materinya Hanna memfokuskan pembahasan menjadi empat yakni why and what is orang utan, what is fire damage, what is forest management, dan yang terakhir adalah how do they interact each other. Alasan Hanna fokus kepada orangutan karena pada habitatnya orangutan memegang peran yang sangat penting dan tidak bisa digantikan oleh makhluk lainnya ketika mereka punah. Salah satu peran yang di pegang oleh orangutan yaituseed dispersal atau dalam kata lain mereka mampu menyebarkan benih pohon lebih cepat ketimbang manusia. Namun kebakaran hutan yang terjadi berulang kali di hutan Kalimantan memberikan dampak buruk berupa kerusakan atas habitat dari mamalia tersebut. Sehingga dibutuhkan management yang baik baik dari pihak pemerintah, swasta, maupun masyarakat untuk terus menjaga serta memulihkan kondisi hutan-hutan terutama hutan Kalimantan dan Sumatera yang telah banyak rusak akibat dari kebakaran hutan, jika hal ini tidak dilakukan sesegara dan sebaik mungkin maka tidak bisa dipungkiri bahwa akan banyak hal buruk yang terjadi dan berdampak langsung bagi seluruh kehidupan yang ada disekitarnya tidak terkecuali bagi orangutan, bahkan bisa mengakibatkan kepunahan beragam ekosistem.

“kita harus lebih menghargai keberadaan orangutan dan tidak hanya mengangap eksistensi mereka sebatas hewan yang harus dilindungi karena mereka mempunyai peran penting bagi keberlangsungan kehidupan didalam hutan, intinya kita harus lebih aware akan pentingnya mereka agar bisa merubah banyak hal yang telah terjadi” ucap Hanna pada penghujung acara kali ini.
CONGRATULATIONS
The “Top 100” scientists are ranked by total h-index and it can be ranked globally or by region, including Africa, Asia, Europe, North America, Oceania, Arab League, EECA, BRICS, Latin America, and COMESA.
So this is an honor for Prof. Eko Priyo Purnomo S.IP., M.Sci., M.Res., Ph.D for becoming one of the World Top 100 Indonesian Social Science Scientists. Once again, congratulations!
The Climate Crisis and Some Technologies to Slow its Effects
Temperature global terus meningkat setiap harinya sehingga memicu munculnya fenomena kebakaran hutan, hujan lebat, permukaan es di kutub utara maupun selatan mencair dan berujung dengan naiknya permukaan air laut, serta masih banyak fenomena ekstrim lainnya yang dapat mengganggu kehidupan di bumi. Nasa telah membuktikan hal-hal tersebut dengan cara seperti meneliti inti es yang ada di Greendland, Antartika, serta gletser di pegunungan tropis, dan hasil yang didaptkan menunjukan bahwa iklim bumi sangat merespon perubahan tingkat gas yang dihasilkan oleh rumah kaca.

Data dari World Research Institute (WRI) menunjukan bahwa ada 10 negara yang menjadi penyumbang utama emisi gas rumah kaca. Urutan pertama ditempati oleh Tiongkok karena mampu menghasilkan Karbon dioksida ekuivalen (MtCO2e) sebesar 12.3999 juta metrik ton. Indonesia menjadi salah satu negara yang masuk kedalam daftar tersebut, emisi tersebut berasal dari penggunaan lahan dan kehutanan, dan emisi bahan bakar fosil. Pemanasan yang terus menerus terjadi ini selain memberikan dampak buruk pada keadaan bumi juga berdampak buruk terhadap ketahan pangan karena banyak tanah yang mengalami degradasi.
Pada saat ini, sudah terdapat beberapa teknologi baru yang dapat memperlambat krisis iklim yang telah terjadi terutama jika sektor pemerintah, swasta, masyarakat, serta para akademisi bekerjasama dalam penerapannya. Beberapa teknologi tersebut ialah :
- Carbon Capture Technology

Teknologi ini mampu menghilangkan kadar CO2 dari atmosfer. Carbon Capture ini diperkirakan dapat mengurangi 14% emisi gas rumah kaca yang diperlukan untuk mengurangi perubahan iklim pada tahun 2050 mendatang.
2. Green Cement

Seperti yang kita ketahui bahwa semen memiliki banyak dampak buruk bagi lingkungan, termasuk 4 miliar ton emisi karbon dan polusi air. Green Cement sendiri adalah sebuah inovasi yang ramah lingkungan karena mampu meminimalisir kadar CO2 . Sement ini mampu menyerap gas tersebut sehingga tidak terpancar kepermukaan bumi dengan inovasi ini diperkirakan juga mampu mengurangi kadar karbon sebesar 1,4 miliar ton pertahunnya.
3. Floating Solar Panels

Panel surya adalah sebuah teknologi yang mampu menyerap cahaya matahari lalu merubahnya menjadi energi listrik. Cahaya matahari yang terserap oleh sel silikon dari panel surya akan mengakibatkan elektron lepas dan mengalir dalam semikonduktor. Elektron yang mengalir merupakan energi listrik dan dialirkan ke terminal positif dan negatif. Satu sel surya dapat menghasilkan tegangan DC sebesar 0,5-1 volt dan kemudian di konversi melalui inverter untuk menghasilkan arus AC. Setelah itu, beberapa sel panel surya yang dihubungkan secara seri bisa digunakan untuk menyalakan peralatan elektronik yang kita gunakan sehari-hari. Floating Solar Panels pada dasarnya sama dengan Solar Panels umumnya, yang membedakannya hanyalah tempat pelatakannya yakni dipermukaa air, hal ini menguntungkan daerah yang hanya mempunyai sedikit lahan untuk memasangnya.
4. Tidal Energy

autan mampu menciptakan energi yang cukup melalui gelombangnya untuk menghasilkan 64% listrik pertahunnya. Cara kerja teknologi ini sama dengan kincir angina yang ada didaratannya, pergerakan ombat laut yang terjadi setiap saat mengakibatkan terjadinya gaya yang mampu mendorong turbin turbin sehingga mampu menghasilkan listrik. Teknologi ini sangat cocok digunakan di Indonesia karena hampir sebagian besar wilayah negeri ini adalah lautan.
Seluruh individu yang ada dipermukaan bumi bisa menghasilkan emisi setiap harinya, sebagai negara yang mempunyai berjuta-juta penduduk maka Indonesia menyadari bahwa negara ini berandil besar juga terhadap krisis iklim yang sedang berlangsung dikarenakan oleh mobilitas seluruh penduduknya setiap hari, oleh karena itu kita semua harus menanamkan rasa kepedulian terhadap bumi sendiri dan mulai mencoba untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang mampu mengurangi efek dari fenomena ini
Majelis Lingkungan Hidup Muhammadiyah Hadirkan Diskusi Dialog Iklim dan Agama
Yogyakarta 20/10/2021, Dalam rangka memperingati milad Majelis Lingkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang ke-16 maka diadakan dialog tentang bagaimana pentingnya agama dan perubahan iklim. Acara yang berlangsung pada pukul 16.00 ini disiarkan secara langsung melalui kanal youtube tvMu Jogja Channel dan media social @tvmujogja, jalannya acara dipimpin oleh Prof. Eko Priyo Purnomo, S.IP., M.Si., M.Res., Ph.D selaku pembawa acara dan disusul oleh tiga narasumber yakni Ir. Laksmi Dhewanti, M.A. beliau adalah adalah Direktur Jenderal pengendalian perubahan iklim dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutana Republik Indonesia, lalu narasumber kedua ialah Ir. Medrilzam, M.Prof. Econ, Ph.D. direktur lingkungan hidup di BAPPENAS dan yang terakhir adalah Dr.Hanafi Sofyan Guciano, M.Si., M.Res., Ph.D yang aktif bergerak pada Green Finance.
Pembahasan mengenai perubahan iklim menjadi pembuka dari jalannya diskusi kali ini, dalam dialeg yang berjalan kurang lebih sekitar satu jam ini fokus membicarakan mengenai tantangan yang kita semua hadapi saat ini yakni perubahan iklimyang mana ini menjadi tanggung jawab semua orang dan kita juga harus bisa menciptakan segala macam solusi untuk menghadapi hal ini dengan berkolaborasi bersama berbagai pihak dan tentunya tidak melupakan peran agama didalamnya.
Acara ini kemudian ditutup dengan statement dari Prof Eko berupa “kita meyakini bahwa perubahan iklim dan agama itu sesuatu yang harus bersinergi dan merupakan sesatu masalah yang transboundary maka dibutuhkan kolaborasi baik dari padda pemuka agama maupun stakeholder sehingga masalah perubahan iklim ini bisa terselesaikan bersama sama baik pada level nasional maupun secara global”

Workshop Big Data Penelitian Sosial bagi Dosen S1 dan S2 Magister Administrasi Publik di Universitas Mulawarman
Samarinda 15, 16, 17 Oktober 2021. Penggunaan big data untuk kegiatan riset berpeluang memberikan kontribusi akademis dalam sisi skala analisa yang lebih besar karena masih jarang digunakan untuk riset bidang sosial humaniora juga memungkinkan peneliti mengunduh data global maupun nasional secara cepat lalu mengurangi resiko kesalahan manusia yang sering terjadi pada entri data manual serta lebih efisien secara waktu. Berdasarkan hal tersebut rasanya sangat penting bagi dosen dosen menguasinya, hal ini mendorong Universitas Mulawarman mengadakan sebuah workshop yang bertemakan big data penelitian social dan dikhususkan bagi dosen S1 maupun S2. Acara yang diadakan di Blue Sky Hotel ini ditempuh selama 3 hari.

Dalam kegiatan kali ini yang menjadi pembicara utamanya adalah Prof. Eko Priyo Purnomo, M.Si., M.Res., Ph.D, Aqil Teguh Fatahni S.IP, M.IP, serta Agus Tiyara S.IP, M.PA yang berasal dari ESI. Kegiatan yang berjalan selama tiga hari ini diisi dengan berbagai materi seperti strategi penulisan jurnal untuk yang berindex nasioanal maupun internasional serta berbagai macam tools yang dapat digunakan dalam menunjang penelitian seperti VOSViewer, NVivo, PoP, Mendeley dan berbagai macam lainnya. Output dari kegiatan ini ialah setiap peserta mampu menulis sebuah artikel sebagai bentuk latihan untuk memperdalam skill masing masing

“jaman sekarang skill kepenulisan sangat dibutuhkan terutama dalam dunia Pendidikan karena sangat membantu kita dalam berbagai hal juga dalam karir, semoga kesempatan kali ini bisa dimanfaatkan denga baik sehingga memberikan hasil yang tidak sia sia, dan saya harap kegiatan seperti ini bisa diadakan lagi dikesempatan lainnya” pesan prof Eko pada penghujung acara.